Rabu, 19 Februari 2020

Tips merintis dan mempertahankan usaha Bimbel

    Assalamu'alaikum  sobat Wenies...semoga yang membaca blog Wenie’s senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan dari Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin. Di kesempatan kali ini, aku ingin sharing mengenai perjalananku mengelola tempat kursus yang aku beri nama Nafiza Learning Centre. Lembaga non formal ini aku dirikan pada pertengahan tahun 2008. Dan alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang aku menulis blog ini. Lembaga ini berlokasi di Taman Aster, Cibitung, Bekasi. Meski aku saat ini berdomisili di kota Semarang, alhamdulillah masih ada pengelola dan tentor yang bisa aku percaya untuk melanjutkan misiku, yakni mencerdaskan generasi penerus bangsa.
 
Spanduk pertama yang terpampang di komplek (Doc.Pribadi)
 
A. Awal mula memulai usaha bidang pendidikan    
    Bercerita sedikit mengenai awal mula berdirinya Nafiza LC. Aku yang terbiasa sibuk dengan pekerjaan kantor saat itu mau tak mau harus resign karena mengikuti suami merantau dari Semarang ke Bekasi setelah menikah. Keseharianku dimulai dengan pekerjaan rumah sebagaimana ibu rumah tangga layaknya. Beberapa bulan di rumah mulai terasa jenuh. Aku berusaha melamar pekerjaan dimana mana, tetapi tidak mendapat ijin suami karena lokasi yang terlalu jauh dari rumah. Aku yang memang belum pernah menginjak kota Bekasi maupun Jakarta agak takut juga pergi terlalu jauh, karena sudah ada tanggung jawab yang lebih penting, yaitu sebagai istri. Untuk sementara aku sibukkan diri dengan mengikuti beberapa pengajian yang diadakan di Masjid maupun rumah tetangga sekitar komplek. Dari pengajian di Masjid, aku dapat beberapa buletin agama. Aku baca satu persatu, daaaan KLIK! aku tertarik dengan salah satu artikel mengenai Metode Baca Cantol Roudhoh yang disitu tertulis membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin membuka unit. Entah kenapa aku tergelitik ingin mengikuti training yang diadakan, padahal aku tidak punya basic menjadi guru atau tentor sekalipun. Aku hubungi nomer telpon yang tertera disitu. Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik. Setelah meminta ijin suami, aku ikuti training yang diadakan 2 hari di kantor cabang Bekasi.
    


B. Tips merintis usaha pendidikan
  1. Luruskan niat dan siapkan modal untuk memulai usaha
       Maksudnya disini kita harus memulai segala sesuatu berdasar keyakinan kita pada Allah SWT. Awali dengan Bismillah, kemudian niatkan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus yang berakhlak mulia. Karena anggapan kita, guru adalah panutan. Apa yang disampaikan guru akan diingat selalu oleh murid.
 
Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit
 
Open House pertama kali di rumah (Doc.Pribadi)
       Entah dorongan dari mana yang meyakinkanku bahwa aku bisa membuka usaha pendidikan ini. Awalnya suami meragukan hal itu karena basic yang aku miliki tidak ada di bidang pendidikan sama sekali. Tapi aku berusaha meyakinkan suami, "Kalau belum dicoba, bagaimana kita tahu hasilnya akan seperti apa." itu yang aku katakan pada suami. Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit, tepatnya bulan Mei 2008. Aku persiapkan segala sesuatunya sendiri, dan dimulai dari rumah. Karena aku pikir rumah masih ada tempat kosong yang bisa dimanfaatkan dan bisa menekan biaya pembukaan sekaligus tes pasar apakah memang usaha yang akan aku jalani banyak peminatnya atau justru sebaliknya. Aku bersyukur karena sudah punya target dari beberapa pengajian yang aku ikuti. Rata rata anggota pengajian masih memiliki anak usia PG-SD. Jadi aku cukup memberi brosur dengan sedikit informasi produk yang akan aku launching, kemudian mengadakan Open House otomatis informasi akan tersebar dengan sendirinya dari mulut ke mulut.
 
    2. Aktif kegiatan kemasyarakatan sebagai salah satu media promosi
       Dengan kita aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan, seperti arisan, acara 17an, dll bisa digunakan sebagai media promosi. Karena media promosi yang paling efektif adalah Word of Mouth, informasi dari mulut ke mulut. Terlebih jika sudah ada anak yang menjadi murid, lebih mudah untuk menyampaikan informasi, karena sudah ada testimoni yang disampaikan langsung dari sumber yang membuktikan proses pembelajaran kita efektif.
       Alhamdulillah murid pertamaku sebanyak 7 anak, aku bagi menjadi 2 kelas dan ada juga yang privat. Pertama kali memang agak gugup, karena selain mengajar juga rangkap menjadi administrasi. Tetapi semua terlewati dengan baik. Para wali murid merasa puas dengan program belajarku, karen mernurut mereka efektif. Aku cukup puas dengan tanggapan positif tersebut. Sejak saat itu muridku terus bertambah. Lalu aku berfikir untuk menambah bidang baru, yaitu Jarimatika. Jadi setelah anak anak bisa membaca, mereka lanjut belajar berhitung dengan metode Jarimatika.
 
Murid pertamaku Roudhoh (doc.Pribadi)
         Atas ijin suami, aku mengikuti training Jarimatika, yang dikembangkan oleh ibu Septi Peni Wulandari. Untuk training terbagi menjadi 4 level. Setiap levelnya 2 hari masa training. Antara satu training ke training lainnya harus menunggu kurang lebih 4 bulan. Karena aku pikir dengan bertambahnya bidang pendidikan maka akan bertambah juga murid yang harus aku ampu. Karena itu aku butuh partner untuk membantuku mengajar di 2 bidang ini. Aku rekrut salah satu wali murid yang aku nilai punya motivasi tinggi untuk maju dan belajar. Karena bidang pendidikan butuh kreativitas tinggi supaya murid tidak jenuh dan terus semangat untuk berangkat menuntut ilmu.
 

Murid pertamaku Jarimatika (doc.Pribadi)
Keren kan gaya mereka (doc.Pribadi)

   3. Libatkan tetangga sekitar lingkungan usaha dan juga rekrut guru di salah satu sekolah favorit
       Alhamdulillah berjalan tepat 1 tahun, murid melonjak 4 kali lipat. Dan aku rekrut lagi 2 orang guru dari tetangga terdekat. Kenapa aku pilih mereka yang tidak ada basic pendidikan? Tetangga yang aku rekrut adalah lulusan S1. Mereka adalah ibu rumah tangga biasa. Tetapi aku lihat mereka dekat dengan dunia anak anak, bukan hanya dengan anak sendiri tapi dengan anak siapa saja mereka bisa rangkul. Nah, dari sinilah dasarku merekrut. Karena untuk mengajar baca anak TK, tidak hanya bisa mengajarkan tekniknya, tapi juga bisa memahami dunia mereka. Lagipula untuk bisa mengajar diharuskan mengikuti training terlebih dahulu dan menandatangani kontrak kerja selama kurun waktu tertentu. Untuk Jarimatika yang kemudian berkembang menjadi bimbel matematika, aku rekrut salah satu guru dari sekolah favorit di sekitar Nafiza LC. Dengan demikian bisa menjadi media promosi juga ke sekolah tersebut.
 
Tim pengajar Nafiza tahun 2008-2011 (doc.Pribadi)
        Melihat perkembangan yang begitu pesat, suami akhirnya percaya bahwa aku bisa mengelola usaha pendidikan. Karena tempat yang sudah tidak memadai, akhirnya setahun kemudian, tepatnya tahun 2009, aku dan suami membeli 1 unit rumah yang strategis untuk tempat usaha dan mungkin memang rejeki kami, developer memberi diskon yang cukup lumayan saat itu. Dan, jadilah Nafiza Learning Centre pindah ke tempat yang lebih luas dan strategis. Aku lebih leluasa mengadakan acara yang menjadi salah satu media promosi karena ada tempatnya untuk berkumpul para wali murid.
 
New place of Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
   4. Aktif mengadakan dan mengikuti lomba tingkat internal, Kota maupun Kabupaten
           Salah satu modal kepercayaan wali murid ke tempat bimbingan belajar non formal adalah dengan mengikutsertakan putra putrinya lomba di tingkat Kota maupun Kabupaten, mereka akan antusias mendaftarkan putra putrinya. Di tahun 2008-2010, cabang Roudhoh maupun Jarimatika Kota Bekasi aktif mengadakan lomba yang melibatkan seluruh unit di Bekasi. Kami dari unit sebagai fasilitator untuk para peserta.
Panitia yang terdiri dari Pengelola Unit Roudhoh seluruh Kota dan Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
 
Jambore Jarimatika Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
        Selain lomba antar Kota dan Kabupaten, Nafiza LC juga adakan lomba internal, supaya antar murid saling mengenal. Dan juga para wali murid aku adakan lomba dan doorprize juga supaya semangat dan lebih mengenal para pengajar di Nafiza LC.
Lomba internal Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
    5. Adakan pertemuan rutin dengan wali murid minimal 3x dalam satu tahun
       Tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk menyampaikan perkembangan putra putrinya di tempat les dengan peningkatan nilai di sekolah. Dan mengetahui kritik juga saran dari para wali murid. Libatkan mereka dalam setiap acara, sehingga mereka ikut merasa memiliki tempat kursus ini. Dengan demikian, akan mudah bagi kita untuk "meminta" mereka bantu promosikan ke teman teman sekolah.
       Untuk lebih menarik lagi, tidak ada salahnya kita beri free uang SPP selama sebulan bagi mereka yang membawa 3-5 teman untuk bergabung di tempat kita.
 
    6. Adakan kegiatan outing class
        Aku dan tim selama 6 tahun berturut turut mengadakan kegiatan outing ke Kidzania. Karena Nafiza adalah lembaga pendidikan non formal, maka setiap kegiatan jatuh pada hari Minggu. Anak anak selalu antusias setiap kali kami umumkan untuk kegiatan outing. Dan aku yang membawa rombongan anak anak sekolah pastinya mendapat harga tiket masuk yang terjangkau. Dan untuk pendamping (guru) mendapat tiket free setiap kelipatan 10 anak yang dibawa. Lumayan kan? hehehe... Biaya yang kami bebankan ke wali murid sesuai kadarnya, karena mereka mendapat fasilitas berupa Tiket Masuk, Transportasi (kami pakai bis), Kaos dan Lunch. Untuk lama permainan sudah ditetapkan, yaitu 5 jam, dibagi dalam 2 shift, pagi dan sore. Biasanya kami ambil shift pagi, supaya anak anak tidak terlalu malam kembali ke rumah masing masing.
 
Trip to Kidzania (doc.Pribadi)
 
C. Tips mempertahankan usaha
    Sampai saat ini, terhitung sudah 12 tahun aku menjalani usaha pendidikan ini. Selama itu, rotasi pergantian tentor hanya sebanyak 5 kali. Alhamdulillah rata rata mereka komit untuk mengajar. Dan aku memberi kesempatan pada mereka untuk terus maju dengan mendorong mereka meraih pendidikan jenjang lebih tinggi. Walau mereka sudah keluar, tapi kami tetap berkomunikasi dengan baik.
  1. Menguatkan tim internal    
       Saat ini adalah masa kritis dalam mempertahankan Nafiza Learning Centre, karena posisiku yang sudah jauh (Semarang-Bekasi). Jadi aku mengandalkan tim yang aku percaya sejak sebelum aku hijrah ke Semarang. Memang usaha jika bukan kita langsung yang handle, hasilnya diluar ekspektasi. Tetapi alhamdulillah tim Nafiza LC selalu solid. Proud of them.
 
Penampilan terbaru Nafiza LC (doc.Pribadi)
Pentingnya tim yang solid (doc.Pribadi)
 
 
   2. Membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran
       Kita berusaha keras supaya tetap bisa bertahan di tengah maraknya tempat bimbel yang baru dengan memunculkan inovasi inovasi baru. Seperti contoh terakhir, pengelola Nafiza LC mengusulkan untuk bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang sudah memiliki nama untuk membuka cabang di unit Nafiza LC. Alhamdulillah berjalan walaupun agak tersendat.
 
Kerjasama dengan LPIA (doc.Pribadi)
 
   3. Bekerjasama dengan sekolah sekolah terdekat
      Selain bekerjasama dengan Lembaga lain, kita juga bisa bekerjasama dengan mengadakan ekstrakulikuler di sekolah sekolah wilayah Nafiza LC. Pastinya kita harus persiapkan dana promosi untuk kita bisa mengadakan presentasi ke sekolah tersebut.
 
 
Demikian kiranya Sobat Wenies bisa ambil kesimpulan dari pengalamanku selama 12 tahun mengarungi biduk usaha bidang pendidikan (apaan sih...hehehe). Semoga bermanfaat. Yang tidak bermanfaat lupakan saja. Saya manusia biasa yang selalu salah, hanya Allah lah Pemilik Kebenaran.
 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
 
 
 
 


20 komentar:

  1. Wah keren mb punya usaha bimbel..butuh niat yg kuat ya untuk memulai usaha apapun itu..sukses trs y mb weni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih terus belajar mbak...aamiin...maturnuwun mbak 🙏🏻

      Hapus
  2. Sukses terus usaha bimbingan belajarnya ya..wah pengen juga punya usaha buat pensiun nanti ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh2 mbak...smua orangtua pasti bisa kok jd guru 😊

      Hapus
  3. Mba, kamu keren sekali sampe dibela2in untuk kursus jaritmatika sama bu penny juga. . Keren effort untuk mendidik anak2nya, semoga langgeng terus ya usahanya juga barokah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... saya ga ada apa2nya mbak... makanya nih mau berguru sama bunda Septi & mamak2 blogger yg keren2 👍

      Hapus
  4. keren banget mbak, aku tuh pengen bisa ngajar, tapi ngajar anak sendiri aja kok masih emosian ya hehehe, jadinya merasa nggak cocok deh buka jasa mengajar gini, semoga makin sukses mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhah mbak...beda bgt jaman q ngajar blm pny anak sama skrg ngajarin anak sendiri...ampun ampun dah 😂

      Hapus
  5. Masya Allah, Weny luar biasa nih semangat belajar dan berbagi diniatkan untuk mencerdaskan anak-anak. Bangga loh mengenal dirimu, semangat terus ya mengelola lembaga bimbingan belajarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak Wati... q bangga bs kenal mbak Wati...belajar banyak sama njenengan mbak 😊

      Hapus
  6. Salut dengan kegigihanmu memulai usaha pendidikan ini, Mba Weny. Ternyata lika-likunya lumayan berat ya. Alhamdulillah hingga kini masih terus jalan ya meskipun ditinggal ke Semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sy jd tersandung nih dpt pujian dari mba Uniek... lha q tu blm ada apa apanya jE...

      Hapus
  7. Balasan
    1. Ini nih yg bantu sy mempertahankan Nafiza bisa tetap berjalan sampai sekarang... smangat terus ya Edo 💪🏽👍😊

      Hapus
  8. Keren mbak, bisa merintis usaha dan mempertahankan kelangsungan usaha. Semoga menginspirasi siapapun yang ingin buka usaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...sukses juga bwt mbak Irfa 😘

      Hapus
  9. Keren sekali usaha dan semangatnya mbak. Selain itu juga usaha pendidikannya bisa memberikan manfaat yang luar biasa. Sukses terus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...sukses juga bwt mbak Hapsari ...😘

      Hapus
  10. Jadi kangennnnnnn.....sukses teruss yaaa....tetap semangat dan pantang menyerah dalam mencerdaskan anak bangsa....InsyaAlloh niat yg tulus akan membawa keberkahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bueee...ini juga nih yg bantu sy merintis dan mempertahankan Nafiza... walaupun harus berpisah tapi insyaallah kita ttep silaturahmi ya bue...

      Hapus