Rabu, 19 Februari 2020

Tips merintis dan mempertahankan usaha Bimbel

    Assalamu'alaikum  sobat Wenies...semoga yang membaca blog Wenie’s senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan dari Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin. Di kesempatan kali ini, aku ingin sharing mengenai perjalananku mengelola tempat kursus yang aku beri nama Nafiza Learning Centre. Lembaga non formal ini aku dirikan pada pertengahan tahun 2008. Dan alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang aku menulis blog ini. Lembaga ini berlokasi di Taman Aster, Cibitung, Bekasi. Meski aku saat ini berdomisili di kota Semarang, alhamdulillah masih ada pengelola dan tentor yang bisa aku percaya untuk melanjutkan misiku, yakni mencerdaskan generasi penerus bangsa.
 
Spanduk pertama yang terpampang di komplek (Doc.Pribadi)
 
A. Awal mula memulai usaha bidang pendidikan    
    Bercerita sedikit mengenai awal mula berdirinya Nafiza LC. Aku yang terbiasa sibuk dengan pekerjaan kantor saat itu mau tak mau harus resign karena mengikuti suami merantau dari Semarang ke Bekasi setelah menikah. Keseharianku dimulai dengan pekerjaan rumah sebagaimana ibu rumah tangga layaknya. Beberapa bulan di rumah mulai terasa jenuh. Aku berusaha melamar pekerjaan dimana mana, tetapi tidak mendapat ijin suami karena lokasi yang terlalu jauh dari rumah. Aku yang memang belum pernah menginjak kota Bekasi maupun Jakarta agak takut juga pergi terlalu jauh, karena sudah ada tanggung jawab yang lebih penting, yaitu sebagai istri. Untuk sementara aku sibukkan diri dengan mengikuti beberapa pengajian yang diadakan di Masjid maupun rumah tetangga sekitar komplek. Dari pengajian di Masjid, aku dapat beberapa buletin agama. Aku baca satu persatu, daaaan KLIK! aku tertarik dengan salah satu artikel mengenai Metode Baca Cantol Roudhoh yang disitu tertulis membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin membuka unit. Entah kenapa aku tergelitik ingin mengikuti training yang diadakan, padahal aku tidak punya basic menjadi guru atau tentor sekalipun. Aku hubungi nomer telpon yang tertera disitu. Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik. Setelah meminta ijin suami, aku ikuti training yang diadakan 2 hari di kantor cabang Bekasi.
    


B. Tips merintis usaha pendidikan
  1. Luruskan niat dan siapkan modal untuk memulai usaha
       Maksudnya disini kita harus memulai segala sesuatu berdasar keyakinan kita pada Allah SWT. Awali dengan Bismillah, kemudian niatkan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus yang berakhlak mulia. Karena anggapan kita, guru adalah panutan. Apa yang disampaikan guru akan diingat selalu oleh murid.
 
Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit
 
Open House pertama kali di rumah (Doc.Pribadi)
       Entah dorongan dari mana yang meyakinkanku bahwa aku bisa membuka usaha pendidikan ini. Awalnya suami meragukan hal itu karena basic yang aku miliki tidak ada di bidang pendidikan sama sekali. Tapi aku berusaha meyakinkan suami, "Kalau belum dicoba, bagaimana kita tahu hasilnya akan seperti apa." itu yang aku katakan pada suami. Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit, tepatnya bulan Mei 2008. Aku persiapkan segala sesuatunya sendiri, dan dimulai dari rumah. Karena aku pikir rumah masih ada tempat kosong yang bisa dimanfaatkan dan bisa menekan biaya pembukaan sekaligus tes pasar apakah memang usaha yang akan aku jalani banyak peminatnya atau justru sebaliknya. Aku bersyukur karena sudah punya target dari beberapa pengajian yang aku ikuti. Rata rata anggota pengajian masih memiliki anak usia PG-SD. Jadi aku cukup memberi brosur dengan sedikit informasi produk yang akan aku launching, kemudian mengadakan Open House otomatis informasi akan tersebar dengan sendirinya dari mulut ke mulut.
 
    2. Aktif kegiatan kemasyarakatan sebagai salah satu media promosi
       Dengan kita aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan, seperti arisan, acara 17an, dll bisa digunakan sebagai media promosi. Karena media promosi yang paling efektif adalah Word of Mouth, informasi dari mulut ke mulut. Terlebih jika sudah ada anak yang menjadi murid, lebih mudah untuk menyampaikan informasi, karena sudah ada testimoni yang disampaikan langsung dari sumber yang membuktikan proses pembelajaran kita efektif.
       Alhamdulillah murid pertamaku sebanyak 7 anak, aku bagi menjadi 2 kelas dan ada juga yang privat. Pertama kali memang agak gugup, karena selain mengajar juga rangkap menjadi administrasi. Tetapi semua terlewati dengan baik. Para wali murid merasa puas dengan program belajarku, karen mernurut mereka efektif. Aku cukup puas dengan tanggapan positif tersebut. Sejak saat itu muridku terus bertambah. Lalu aku berfikir untuk menambah bidang baru, yaitu Jarimatika. Jadi setelah anak anak bisa membaca, mereka lanjut belajar berhitung dengan metode Jarimatika.
 
Murid pertamaku Roudhoh (doc.Pribadi)
         Atas ijin suami, aku mengikuti training Jarimatika, yang dikembangkan oleh ibu Septi Peni Wulandari. Untuk training terbagi menjadi 4 level. Setiap levelnya 2 hari masa training. Antara satu training ke training lainnya harus menunggu kurang lebih 4 bulan. Karena aku pikir dengan bertambahnya bidang pendidikan maka akan bertambah juga murid yang harus aku ampu. Karena itu aku butuh partner untuk membantuku mengajar di 2 bidang ini. Aku rekrut salah satu wali murid yang aku nilai punya motivasi tinggi untuk maju dan belajar. Karena bidang pendidikan butuh kreativitas tinggi supaya murid tidak jenuh dan terus semangat untuk berangkat menuntut ilmu.
 

Murid pertamaku Jarimatika (doc.Pribadi)
Keren kan gaya mereka (doc.Pribadi)

   3. Libatkan tetangga sekitar lingkungan usaha dan juga rekrut guru di salah satu sekolah favorit
       Alhamdulillah berjalan tepat 1 tahun, murid melonjak 4 kali lipat. Dan aku rekrut lagi 2 orang guru dari tetangga terdekat. Kenapa aku pilih mereka yang tidak ada basic pendidikan? Tetangga yang aku rekrut adalah lulusan S1. Mereka adalah ibu rumah tangga biasa. Tetapi aku lihat mereka dekat dengan dunia anak anak, bukan hanya dengan anak sendiri tapi dengan anak siapa saja mereka bisa rangkul. Nah, dari sinilah dasarku merekrut. Karena untuk mengajar baca anak TK, tidak hanya bisa mengajarkan tekniknya, tapi juga bisa memahami dunia mereka. Lagipula untuk bisa mengajar diharuskan mengikuti training terlebih dahulu dan menandatangani kontrak kerja selama kurun waktu tertentu. Untuk Jarimatika yang kemudian berkembang menjadi bimbel matematika, aku rekrut salah satu guru dari sekolah favorit di sekitar Nafiza LC. Dengan demikian bisa menjadi media promosi juga ke sekolah tersebut.
 
Tim pengajar Nafiza tahun 2008-2011 (doc.Pribadi)
        Melihat perkembangan yang begitu pesat, suami akhirnya percaya bahwa aku bisa mengelola usaha pendidikan. Karena tempat yang sudah tidak memadai, akhirnya setahun kemudian, tepatnya tahun 2009, aku dan suami membeli 1 unit rumah yang strategis untuk tempat usaha dan mungkin memang rejeki kami, developer memberi diskon yang cukup lumayan saat itu. Dan, jadilah Nafiza Learning Centre pindah ke tempat yang lebih luas dan strategis. Aku lebih leluasa mengadakan acara yang menjadi salah satu media promosi karena ada tempatnya untuk berkumpul para wali murid.
 
New place of Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
   4. Aktif mengadakan dan mengikuti lomba tingkat internal, Kota maupun Kabupaten
           Salah satu modal kepercayaan wali murid ke tempat bimbingan belajar non formal adalah dengan mengikutsertakan putra putrinya lomba di tingkat Kota maupun Kabupaten, mereka akan antusias mendaftarkan putra putrinya. Di tahun 2008-2010, cabang Roudhoh maupun Jarimatika Kota Bekasi aktif mengadakan lomba yang melibatkan seluruh unit di Bekasi. Kami dari unit sebagai fasilitator untuk para peserta.
Panitia yang terdiri dari Pengelola Unit Roudhoh seluruh Kota dan Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
 
Jambore Jarimatika Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
        Selain lomba antar Kota dan Kabupaten, Nafiza LC juga adakan lomba internal, supaya antar murid saling mengenal. Dan juga para wali murid aku adakan lomba dan doorprize juga supaya semangat dan lebih mengenal para pengajar di Nafiza LC.
Lomba internal Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
    5. Adakan pertemuan rutin dengan wali murid minimal 3x dalam satu tahun
       Tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk menyampaikan perkembangan putra putrinya di tempat les dengan peningkatan nilai di sekolah. Dan mengetahui kritik juga saran dari para wali murid. Libatkan mereka dalam setiap acara, sehingga mereka ikut merasa memiliki tempat kursus ini. Dengan demikian, akan mudah bagi kita untuk "meminta" mereka bantu promosikan ke teman teman sekolah.
       Untuk lebih menarik lagi, tidak ada salahnya kita beri free uang SPP selama sebulan bagi mereka yang membawa 3-5 teman untuk bergabung di tempat kita.
 
    6. Adakan kegiatan outing class
        Aku dan tim selama 6 tahun berturut turut mengadakan kegiatan outing ke Kidzania. Karena Nafiza adalah lembaga pendidikan non formal, maka setiap kegiatan jatuh pada hari Minggu. Anak anak selalu antusias setiap kali kami umumkan untuk kegiatan outing. Dan aku yang membawa rombongan anak anak sekolah pastinya mendapat harga tiket masuk yang terjangkau. Dan untuk pendamping (guru) mendapat tiket free setiap kelipatan 10 anak yang dibawa. Lumayan kan? hehehe... Biaya yang kami bebankan ke wali murid sesuai kadarnya, karena mereka mendapat fasilitas berupa Tiket Masuk, Transportasi (kami pakai bis), Kaos dan Lunch. Untuk lama permainan sudah ditetapkan, yaitu 5 jam, dibagi dalam 2 shift, pagi dan sore. Biasanya kami ambil shift pagi, supaya anak anak tidak terlalu malam kembali ke rumah masing masing.
 
Trip to Kidzania (doc.Pribadi)
 
C. Tips mempertahankan usaha
    Sampai saat ini, terhitung sudah 12 tahun aku menjalani usaha pendidikan ini. Selama itu, rotasi pergantian tentor hanya sebanyak 5 kali. Alhamdulillah rata rata mereka komit untuk mengajar. Dan aku memberi kesempatan pada mereka untuk terus maju dengan mendorong mereka meraih pendidikan jenjang lebih tinggi. Walau mereka sudah keluar, tapi kami tetap berkomunikasi dengan baik.
  1. Menguatkan tim internal    
       Saat ini adalah masa kritis dalam mempertahankan Nafiza Learning Centre, karena posisiku yang sudah jauh (Semarang-Bekasi). Jadi aku mengandalkan tim yang aku percaya sejak sebelum aku hijrah ke Semarang. Memang usaha jika bukan kita langsung yang handle, hasilnya diluar ekspektasi. Tetapi alhamdulillah tim Nafiza LC selalu solid. Proud of them.
 
Penampilan terbaru Nafiza LC (doc.Pribadi)
Pentingnya tim yang solid (doc.Pribadi)
 
 
   2. Membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran
       Kita berusaha keras supaya tetap bisa bertahan di tengah maraknya tempat bimbel yang baru dengan memunculkan inovasi inovasi baru. Seperti contoh terakhir, pengelola Nafiza LC mengusulkan untuk bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang sudah memiliki nama untuk membuka cabang di unit Nafiza LC. Alhamdulillah berjalan walaupun agak tersendat.
 
Kerjasama dengan LPIA (doc.Pribadi)
 
   3. Bekerjasama dengan sekolah sekolah terdekat
      Selain bekerjasama dengan Lembaga lain, kita juga bisa bekerjasama dengan mengadakan ekstrakulikuler di sekolah sekolah wilayah Nafiza LC. Pastinya kita harus persiapkan dana promosi untuk kita bisa mengadakan presentasi ke sekolah tersebut.
 
 
Demikian kiranya Sobat Wenies bisa ambil kesimpulan dari pengalamanku selama 12 tahun mengarungi biduk usaha bidang pendidikan (apaan sih...hehehe). Semoga bermanfaat. Yang tidak bermanfaat lupakan saja. Saya manusia biasa yang selalu salah, hanya Allah lah Pemilik Kebenaran.
 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
 
 
 
 


Rabu, 29 Januari 2020

Servis Motor menggunakan aplikasi Bengkel Baik

    Lama sekali saya tidak pernah ke bengkel. Terakhir sepertinya waktu awal awal pindah rumah di Tembalang, sekitar pertengahan tahun 2018. Wow!   
Saat pertama kali ditawarkan untuk servis motor menggunakan aplikasi baru, saya langsung tertarik karena memang motor sudah perlu di servis. Cukup membantu karena kita tidak perlu repot repot ke bengkel hanya untuk booking. Dengan men-download aplikasi di Playstore dengan nama "Bengkel Baik" lalu masukkan kode referal saat mendaftar (info lebih lengkap kunjungi https://bengkelbaik.id). Setelah berhasil masuk, cari bengkel yang terdekat dengan rumah. Untuk proses booking untuk hari berikutnya ya. Ada voucher juga loh yang bisa langsung kita pakai dengan menukar poin yang kita punya. Voucher ini berlaku sampai 3 hari setelah proses booking dilakukan. Ini untuk proses awal sampai proses booking. Saya booking servis motor Beat yang dipakai untuk antar jemput anak anak sekolah di bengkel Danial Motor, Tembalang, karena terdekat dari rumah. Karena fungsinya untuk antar jemput sekolah maka saya namakan motor ini adalah Motor Sekolah. Hehehe...
Danial Motor, Tembalang (Pic.by: Weny)
    Selanjutnya saat hari H servis, datang ke bengkel yang sudah kita pilih, tunjukkan booking kita dari aplikasi. Jadi prioritas loh kalau booking via aplikasi... Oia, untuk menambah poin, di aplikasi ada game yang bisa dimainkan. Jadi kita gak akan boring nunggu motor diservis karena bisa sambil main, poin nambah pula. Poin bisa ditukarkan dengan voucher servis, ganti oli ataupun kopi gratis. Gimana gak asyik tuh aplikasinya...
Prioritas antrian no.1 (Pic.by: Weny)
    Nah, sekarang saya gantian cerita tentang proses servis di bengkel Danial Motor ini. Jujur ya di awal saya agak kaget ternyata bengkel yang ditunjuk tidak se-wah yang dibayangkan. Karena di aplikasi saja ada voucher minuman KopiBaik. Image yang tertanam di benak saya bengkelnya dengan fasilitas ruang tunggu yang memadai, tetapi setelah saya masuk ternyata bengkel "biasa." Karena sang pemilik bengkel responnya cepat dan tanggap, jadi cukup mengurangi kekecewaan saya mengenai image Bengkel Baik.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan Danial Motor melalui Bengkel Baik (Pic.by: Weny)
    Pak Iwan, pemilik bengkel, menjelaskan sedikit mengenai harga servis sebesar Rp 65.000,- dan pelayanan yang akan digunakan apa saja, apakah hanya servis ringan atau dengan cek oli. Saya pilih servis ringan dan cek oli sekaligus, karena memang sudah sangat lama sekali tidak tersentuh tangan montir. Huhuhu... Voucher yang saya ambil untuk servis ringan sebesar Rp 25.000,-.  Gak pakai lama, pak Iwan langsung bergerak men-servis Motor Sekolah saya. Sebelum mulai beraksi, pak Iwan memakai rompi bertuliskan Bengkel Baik dulu di belakangnya. Jok motor juga dikasih penutup bertuliskan Bengkel Baik. Jadi dalam proses servis dibedakan antara booking melalui aplikasi Bengkel Baik dengan on the spot, alias langsung datang.
Pak Iwan mengenakan rompi Bengkel Baik sedang bekerja (Pic.by: Weny)
    Pak Iwan sangat detail dalam bekerja. Selama di bengkel, saya lihat beliau memiliki 2 orang karyawan. Dan memang bengkelnya ramai sekali. Setiap setengah atau satu jam sekali pasti ada yang datang. Setiap motor yang masuk langsung diberi nomer sesuai urutan kedatangan. Rata rata mereka yang masuk meninggalkan motor di bengkel. Entah mereka pulang lagi ke rumah atau bekerja dan mengambil motor setelah pulang kantor. Untuk lokasinya sangat strategis, tepatnya di Jalan Banjarsari Raya. Daerah yang ramai karena merupakan jalur alternatif ke arah Sigar Bencah. Kurang lebih 45 menit proses servis saja ditambah ganti oli dan Motor Sekolah saya kebetulan speedometernya mati jadi saya minta sekalian dibetulkan, tambah kira kira 25 menit.

History Transaksi dari aplikasi

    Setelah semua beres, saya minta rincian pembayaran. Ternyata di aplikasi muncul juga di Riwayat. Tidak sulit mengaplikasikannya. Mungkin karena masih baru (Senin, 27 Januari 2020 baru launching dan disosialisasikan. Saya servis Rabu, 29 Januari 2020) jadi beberapa bengkel (termasuk Danial Motor) masih asing dalam pengoperasiannya. Dengan adanya aplikasi Bengkel Baik ini, mau tak mau pemilik bengkel harus punya tablet untuk mengoperasikannya. Jadi ada beberapa pemilik yang masih ragu untuk mendelegasikan tablet ke karyawan jadi di aplikasi masih tertera TUTUP, padahal sebenarnya sudah buka. Hal ini karena pemilik lupa mengubah status atau bahkan tidak mendelegasikan adanya customer yang sudah booking dan harus dilayani saat itu juga. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan para pemilik bengkel bisa segera beradaptasi dengan teknologi modern saat ini. Sejauh ini saya cukup puas dengan kualitas pelayanan dari Danial Motor. Maju terus #BengkelBaik karena #SelaluAdaKebaikan dengan #OrangBaik ;).




Kamis, 12 Desember 2019

Ikhlas dalam ukhuwah

   Alhamdulillah aku selalu berpikir setiap langkah dalam kehidupanku diselamatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dimanapun aku tinggal dipertemukan dengan teman maupun tetangga sholihah yang mengingatkan dan mengajakku pada kebaikan. Semoga pahala dan keberkahan mengalir pada para tetanggaku di Grand Wisata,Bekasi dan Taman Aster. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin.

Pengajian di Karawang

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaiku wa salam :


الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat. https://almanhaj.or.id/6786-berkawan-dengan-orang-shalih.html
Sampai Rasulullah mengumpamakan teman sholihah seperti penjual minyak wangi, dengan duduk bersamanya kita akan mendapat ketenangan dengan bau harum minyak wangi dan ikut merasakan manfaat wanginya untuk sekeliling kita. 

MT. Nur Adiba
Saya dengan ibu-ibu sholihah di Grand Wisata membentuk Majlis Taklim yang kami beri nama Nur Adiba yang artinya Cahaya Ilmu, dengan harapan kami selalu haus akan ilmu Allah dan berharap setelah kajian mendapat cahaya dari ilmu tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Proses belajar yang santai membuat kami nyaman
Proses kami dalam mendalami kajian bisa dibilang Sersan alias Serius tapi Santai, karena itu kami merasa seperti saudara yang dipertemukan dalam satu majelis. Sedikit anggotanya memang, tapi alhamdulillah solid. Dan kegiatan kami ga monoton hanya pengajian saja, tapi juga sesekali lunch bersama atau buka puasa bersama di basecamp salah satu penggerak kajian di cluster yang rumahnya memang nyaman untuk tempat ngumpul.

Lunch bersama di basecamp


Harus Berpisah

Kebahagiaan karena kebersamaan saya dengan MT.Nur Adiba di Grand Wisata harus berakhir karena saya bersama keluarga pindah ke kota kelahiran saya. Tetapi insyaallah silaturahmi kami selalu terjaga karena Allah. Sungguh saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan mereka. Jauh dari keluarga tetapi justru saya mendapat keluarga baru lebih banyak di perantauan. Insyaallah ilmu yang kami pelajari bersama akan mendudukkan kembali kami dalam kebersamaan nanti di JannahNya. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin. 

Kebersamaan yang indah








































Minggu, 14 April 2019

Babymoon to Singapore

  Hai2 sobat Wenies... Alhamdulillah aku masih dberi kesehatan dan sedikit waktu longgar buat nulis lagi di blog. Mau sedikit sharing pengalaman babymoon aku. Buat yang belum familiar dengan istilah babymoon (seperti aku nih salah satunya🤭). Babymoon bisa diartikan jalan jalan sebelum si baby ini lahir. Biar ikutan hits kayak artis artis gituh ceritanya😄. Kali ini aku dan keluarga kecilku jalan jalan ke Singapura dengan tema semi backpacker , karena kami tentukan sendiri tujuan dan waktunya. Aku, suami, 2 anak dan ibuku mengunjungi tempat tempat yang memang anak anak bisa main sepuasnya. Malah kami juga sempat 'mampir' ke Legoland, Malaysia.

Patung Merlion 

Sabtu, 13 April 2019

Mimpi jadi nyata


  Sampai sekarang aku masih ga percaya kalau pernah menjejakkan kaki di negara yang terkenal dengan Gingseng dan oppa-oppa gantengnya, juga unni-unni cantik. Mimpi yang jadi nyata! Pastinya aku sangat berterima kasih pada suamiku tercinta yang sudah mengajak aku dan anak anak sampai ke Korea. Walaupun saat pertama kali menjelang detik detik landing anak anak sempat mabok karena pengalaman pertama mereka terbang dengan waktu yang cukup lama (7 jam). Tapi hari hari berikutnya diisi dengan tawa riang dan dingin 😅. 


Mimpi jadi nyata (foto credit: pixabay)


Minggu, 03 Februari 2019

Alasan Belajar Nge-blog

Bismillah

Di kesempatan ini, Wenies journey mau mengupas mengenai "BLOG." Mulai dari apa itu Blog, bagaimana memulai, mengoperasikan sampai mendesain supaya menarik dan sedap dipandang. Yuks langsung aja kita cusss ke pembahasan pertama.

Apa itu BLOG ?


Menurut wikipedia, Blog adalah singkatan dari kata "Web" dan "Log" yang merupakan media publikasi berupa tulisan. Sedangkan "Video" dan "Log" yang biasa disebut Vlog merupakan media publikasi berupa video.

Kenapa harus punya Blog?

Ga mau kan kita dibilang ketinggalan jaman di era yang serba canggih sekarang ini? Hampir semua orang, dari muda sampai tua, kecil sampai besar, punya yang namanya blog. Pemilik blog biasa disebut blogger. Kalau beruntung, kita bisa menghasilkan uang loh dari artikel-artikel yang kita tulis di blog. Karena itu, kita harus rajin mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi maupun hanya sekedar menulis cerpen.



Keuntungan lain memiliki blog, antara lain : 
1. Tempat untuk belajar menulis dengan baik dan tepat, jadi apa yang kita buat menarik untuk dibaca oleh orang lain.
2. Menambah teman dengan blog walking (mengunjungi blog teman dan memberi komentar).
3. Media pemasaran.

Banyak kan manfaat yang didapat. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk bikin blog sekarang!

Bagaimana cara membuat Blog?

Membuat blog ga sulit kok. Bahkan bisa kita dapat dengan gratis. Untuk pemula, seperti saya, bisa kunjungi situs:

  • www.blogspot.com
  • www.wordpress.com
Untuk langkah-langkahnya bisa diikuti sesuai petunjuk di masing-masing situs tersebut.

Mudah sekali bukan?! 

Alhamdulillah saya juga dipandu oleh tim blogger Pejuang Literasi yang Masyaallah baik dan sabar memandu saya sampai muncul tulisan pertama ini. Bagi yang mau belajar bareng bisa kunjungi pakarnya di Pejuang Literasi di sini.

Yuk istiqomah update blog, desain dengan cantik supaya menarik mata #eh.

Cukup sampai disini dulu blog perdana saya... Terima kasih sudah berkunjung... 😘